Thesis on Design Magister Program – Institut Teknologi Bandung – 2002
Perubahan Logo Perusahaan
Didit Widiatmoko Suwardikun
1. Introduksi
Untuk dapat dikenali, seseorang memerlukan identitas yang dapat membedakan orang yang dimaksud dengan yang lainnya, yang berupa tanda dengan ciri-ciri yang dapat mengingatkan dan membedakannya dari yang lain, demikian pula untuk organisasi atau perusahaan. Identitas menjadi wajah dari suatu perusahaan yang mempunyai peranan menampilkan ciri keunikan dari perusahaan tersebut sehingga dapat membedakannya dari perusahaan-perusahaan lainnya. Ide tentang identitas, pengenal atau jati diri perusahaan dapat terbentuk dari bidang kerja, misi dan tujuannya. Identitas perusahaan yang dianggap paling dominan dalam bidang grafis adalah logo perusahaan.
Logo merupakan ciri yang paling menonjol dalam identitas perusahaan, logo dirancang dan dikomunikasikan kepada masyarakat, dengan harapan agar perusahaan dikenali dan ada ide yang terbentuk pada benak masyarakat tentang perusahaan itu setelah melihat logonya. Pada awal proses komunikasi logo perusahaan yang baru, masyarakat akan melihat hal ini sebagai sesuatu yang baru dan akan timbul pertanyaan apa yang diwakili oleh logo tersebut, maka dengan berjalannya waktu dimana masyarakat berinteraksi dengan perusahaan dengan melihat logo dan berinteraksi dengan produknya, maka di masyarakat akan terjadi suatu kesan yang membentuk citra perusahaan.
Di dunia ini telah terdapat ribuan logo sehingga kemiripan antar logo merupakan suatu kemungkinan yang besar, karena pemilihan tanda-tanda dan unsur-unsur bentuk simbolik yang dipilih. Pemilihan unsur bentuk simbolik ini dapat dipengaruhi oleh nilai dan budaya setempat. Sebagai contoh : Simbol “ular” dalam budaya Hebrew (Yahudi) diartikan sebagai lambang setan, godaan jahat, dosa, nafsu seksual, kutukan. Sedangkan dalam budaya Hindu, ular diartikan sebagai kesaktian, kekuatan kosmos, pengetahuan, kebijaksanaan dan keabadian (Cooper, 1998). Pemilihan unsur simbol yang tepat bagi sebuah logo akan membawa citra yang kuat bagi sesuatu yang diwakili olehnya.
Membangun citra perusahaan merupakan suatu usaha yang harus dilakukan oleh setiap perusahaan yang ingin maju dan berkembang. Citra ini tidak saja dari kualitas produk yang dihasilkan perusahaan, namun juga menyangkut faktor lain yang saling berkaitan, misalnya citra manajemen perusahaan dan identitas perusahaan. Identitas perusahaan merujuk pada citra positif. (dws)
setelah liat dari ippdig di fb, saya brows ini. bagus artikelnya pak.
Thanks Ki, wah udah lama aku ga tengok2 blog