Published in Kumpulan Makalah Seminar Nasional : MUSEUM DI INDONESIA – Mengenali Masa Lalu dan Masa Kini dan Mendatang ; Pusat Penelitian Seni Rupa & Desain; ITB; 2008
Bagaimana Museum dapat se-Atraktif Mall
Didit Widiatmoko Suwardikun
Postgraduate Program, Faculty of Art &Design, Bandung Institute of Technology
Abstract
Museum as a permanent exhibition gallery where the visitor can see, feel and then understand what they seen with the result that they have different perception before and after journey inside the museum. Museum as a group of milestones supported a concept of history, which a nation could understandable. Museums in Indonesia have less attractive, for that reason we need persuasion strategy in arranging the artifact’s display and information, also promotion for their existence.
Keywords : Persuasion, Display
Abstrak
Museum merupakan galeri pameran permanen yang pengunjung bisa melihat, merasakan dan mengerti apa yang telah dilihat, sehingga pengunjung memiliki persepsi dan pengalaman yang berbeda antara sebelum masuk dan setelah keluar dari museum. Museum juga sebagai tempat kumpulan milestones yang mendukung suatu konsep sejarah, dimana suatu bangsa dapat dipahami melalui sejarahnya. Museum di Indonesia kurang disadari keberadaannya. Untuk itu diperlukan strategi persuasi dalam penataan peragaan dan informasi benda atau artifak museum maupun promosi tentang keberadaan museum tersebut.
Kata kunci : Persuasi, Peragaan.
Introduksi
Apa yang terlintas dalam benak kita apabila mendengar kata “Museum” ? Museum adalah tempat penyimpanan barang-barang kuno, suram, berdebu dan berbau apek. Bahkan istilah bagi kendaraan, senjata atau peralatan yang sudah tidak bisa dipakai lagi, atau karyawan yang sudah tua, sebutannya adalah “dimuseumkan” sebagai pengganti kata “dibuang”. Museum dianggap sebagai gudang penyimpanan barang-barang bekas yang sudah tidak bisa dipakai lagi. Padahal, menurut Dilthey, manusia hanya bisa dipahami melalui konsep humaniora, tidak dari konsep ilmu alam, dan manusia adalah makhluk yang menyejarah, karenanya hanya dapat diterangkan melaui sejarahnya (Dilthey dalam Kuntowijoyo, 2008:3) Dan sejarah kebudayaan manusia disimpan di museum, benda-benda di museum dapat berperan sebagai milestones dari suatu rangkaian cerita, sehingga menjadi tiang penguat dari keyakinan akan kebenaran suatu cerita sejarah. Musium dapat diperlakukan sebagai sumber data, sebagai buku teks, yang kaya akan data, terutama dari kehidupan masa lalu. Beberapa kelemahan museum adalah penataan yang kurang memikat, dikeramatkan, suram, tidak informatif, demikian pula promosi tentang keberadaan museum hampir tidak pernah ada. Bagaimana mengubah citra museum di benak masyarakat ? (dwd)